Blog

Jual Kurma Ajwa Di Tolikara Papua

Grosir Kurma Ajwa Asli Original di Tolikara Papua

Setiap datangnya bulan puasa, akan banyak kita temui berbagai makanan dan minuman yang sering muncul untuk dikonsumsi pada saat berpuasa nanti. Baik sebagai menu sahur, ataupun berbuka puasa.

Salah satu menu yang pasti kita jumpai adalah buah kurma. Kurma adalah salah satu buah yang paling banyak disebut dalam Al Qur`an. Setidaknya, sebanyak dua puluh kali nama buah ini disebut. Lima belas ayat menyebutnya bersama dengan tumbuhan lainnya, sebagai karunia Allah bagi umat manusia.

Jual Kurma Nabi Kurma Ajwa Premium Terbaik di Tolikara Papua

Jual Kurma Ajwa Di Tolikara Papua

 

Tapi tahukah Anda, mengapa kurma banyak disebut Al-Quran dan juga disukai Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.

Buah yang mempunyai nama latin dactylifera phoenix ini, diyakini memiliki seabrek keistimewaan dan manfaat yang sangat baik untuk tubuh manusia. Hal ini tidak hanya dibuktikan secara ilmiah semata, tetapi juga telah termaktub dalam al-Qur’anul karim dan sabda Nabi Salallahu ‘alahi wassalam.

Manfaat Kurma Ajwa Mencegah Sihir di Tolikara Papua

Sebagaimana di antaranya dalam surat Ar-Ra’d ayat 4 dijelaskan;

“Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang memiliki kelomak mayang”. Juga ayat lain “Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Q.S Ar-Ra’d: 4)

Walaupun tidak disebutkan secara rinci manfaat dari buah kurma, tetapi sungguh jika sesuatu tercantum dalam Al-Qur’an, maka pastilah ia adalah sebuah kebenaran.

Lantas apa saja sebenarnya rahasia keistimewaan buah kurma yang bahkan keberadaannya disebutkan dalam al-Qur’an.

Agen Kurma Ajwa Penunjang Terapi Ruqyah di Tolikara Papua

Berikut adalah 9 rahasia keistimewaan buah kurma:

  1. Bisa Melindungi Tubuh dari Racun

Rasulullah Salallahu ‘alahi wassalam pernah bersabda; “Barang siapa yang memakan tujuh butir kurma setiap pagi, maka akan terlindungi dari racun”. Dan benar saja, dalam satu cerita dikisahkan ada seorang wanita yahudi yang melakukan percobaan pembunuhan kepada Rasulullah dengan menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada Perang Khaibar. Ternyata racun yang tertelan oleh beliau bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Bisyir Ibnu al-Barra’, salah seorang sahabat yang juga ikut memakan racun tersebut akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah selamat.

  1. Memiliki Zat Anti Kanker

Dalam sebuah penelitian di Mesir, ternyata penyakit kanker tidak menyebar ke daerah-daerah yang penduduknya banyak memakan kurma. Dan belakangan terbukti bahwa itu dikarenakan kurma memiliki zat-zat yang bisa membunuh sel kanker. Sebagai mana diketahui, sebagian besar penduduk jazirah arab atau yang tinggal di daerah sahara dan oasis menjadikan kurma sebagai makanan utama.

Kurma merupakan salah satu makanan khas di Timur Tengah. Kaum Arab Badui, menjadikan kurma makanan utama dan dikonsumsi secara rutin. Menurut sebuah survei, prevalensi pengidap kanker dan sakit jantung pada Suku Badui sangat kecil dan paling rendah dibanding penduduk Arab lain.

  1. Mempunyai Kadar Gula yang Tinggi

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi, dikatakan dari Anas r.a, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, berbuka puasa sebelum shalat dengan memakan ruthob, kalau tidak ada maka dengan kurma kering, dan kalau tidak ada beliau meminum beberapa teguk air”.

Hal ini memaparkan bahwa sebetulnya kurma memiliki kandungan yang baik untuk mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa. Dan benar saja, ternyata kurma adalah jenis makanan yang kaya akan glukosa, yang mampu menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa.

Dan hebatnya lagi, mengapa Rasulullah menyarankan berbuka dengan kurma adalah bukan tanpa alasan. Ternyata per 100gram kurma segar memiliki 277 kalori yang didapat dari 58 persen karbohidrat. Dan karbohidrat yang terkandung dalam kurma pun berbentuk rantai pendek dan mudah larut dalam air yang fruktosa. Sehingga energi yang disediakan oleh kurma lebih cepat diserap oleh tubuh dibanding jika mengkonsumsi gula sukrosa seperti gula tebu.

  1. Sebagai Sumber Protein

Kandungan total protein pada buah kurma mencapai 1.4-1.7gram/100gram kurma basah, jumlah ini diperkirakan sama dengan jumlah protein yang terdapat pada daging. Kandungan protein pada buah kurma akan mencapai puncaknya pada tahap kematangan kimri dan terus menurun seiring dengan derajat kematangan buah. Kandungan lain yang terkandung dalam kurma seperti Treonin, Lisin dan Isoleusin sebagai asam amino esensial bahkan jumlahnya mencapai ratusan kali lebih banyak dari yang terkandung dalam buah apel.

  1. Mengandung Multivitamin Lengkap

Kandungan yang juga amat utama yang tersimpan pada kurma adalah Kandungan pro Vitamin A (beta karoten) yang mencapai 89 mikro gram per 200 gram buah segar. Vitamin A juga berkhasiat untuk kesehatan mata, sehingga tak heran jika kebanyakan orang gurun rajin memakan kurma untuk menguatkan pendengaran dan memfokuskan penglihatan. Selain itu kurma juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin C dan vitamin K yang berfungsi sebagai anti oksidan.

  1. Sumber Unsur Mineral

Buah kurma terbukti mengandung banyak unsur mineral yang baik untuk tubuh, seperti fosfor, kalsium, magnesium, besi, sodium, sulfur dan klorin. Sebagaimana fosfor dan kalsium berfungsi untuk membentuk tulang dan kesehatan gigi, fosfor juga berperan penting sebagai nutrisi otak. Besi sangat berpengaruh untuk aktivitas pembentukan hemoglobin dan zat darah merah sehingga mampu mencegah kurang darah.

  1. Kaya Serat

Serat yang tersimpan dalam kurma ternyata dapat mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus. Kandungan serat dalam kurma juga bisa mencegah terjadinya kanker usus besar, dikarenakan serat berfungsi membantu melindungi selaput lendir usus dengan menekan paparan dan mengingat bahan kimia.

  1. Sangat Bagus Untuk Ibu Hamil dan Melahirkan

Dokter Muhammad an-Nasimi dalam kitabnya, ath-Thib an-Nabawy wal ‘Ilmil Hadits (Pengobatan Ala Nabi dan Ilmu Hadits) mengatakan bahwa perempuan hamil yang akan melahirkan sangat memerlukan makanan dan minuman yang kaya akan unsur gula. Hal ini dikarenakan banyaknya kontraksi otot-otot rahim waktu akan mengeluarkan jabang bayi, terlebih lagi jika hal itu memerlukan waktu yang lama.

Sehingga kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolennya, yaitu kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi. Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam kurma basah (ruthab). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah dan cepat dicerna oleh tubuh.

  1. Memperlancar ASI dan Mengobati Kemandulan

Beberapa hormon yang tersimpan dalam kurma juga berfungsi untuk menghambat aktivitas hormon kelenjar gondok atau glandula thyreoidea. Dan juga hormon pembangkit kelenjar susu, sehingga dapat memperlancar ASI. Serta sari kurma juga dipercaya bisa mengatasi kemandulan.

Jual Kurma Ajwa Penangkal Racun dan Sihir di Tolikara Papua

 

 

 

 

Sekilas Tentang Kurma Nabi atau Kurma Ajwa (Kurma Madinah)

Dari berbagai jenis kurma di dunia, ada satu jenis kurma yang paling populer dan paling disukai yaitu Kurma Nabi atau kurma ajwa. Nama dari kurma nabi adalah kurma ajwa, di indonesia biasa menyebut kurma ajwa dengan kurma nabi atau kurma Rosul. Atau bisa disebut juga Kurma Madinah.

Jenis kurma ini selain rasanya yang nikmat juga karena manfaatnya yang banyak. Salah satunya untuk ibu hamil dan menyusui. Hal ini berdasarkan studi para ahli yang menyebutkan bahwa kandungan yang terdapat dalam kurma membantu mereka para ibu hamil saat detik-detik melahirkan si jabang bayi. Hal ini pun dibuktikan oleh para ahli medis, bahwa buah kurma kaya akan nutrisi seperti zat besi dan kalsium, yang mana nutrisi tersebut sangat bermanfaat untuk membantu produksi asi serta memperkaya kandungan asi.

Selain itu, Buah kurma nabi sangat baik bila di konsumsi anak balita, Karena nutrisi dalam buah ini bisa merangsang perkembangan tubuh dan merangsang pertumbuhan tulang.

Itulah sebabnya mengapa Nabi kita Nabi Muhammad Saw menganjurkan untuk mengkonsumsi 7 butir kurma nabi setiap hari agar kita terhindar dari berbagai jenis penyakit.

Khasiat Kurma Ajwa Di Tolikara Papua

Menyehatkan tubuh dengan kurma Nabi / ajwa

Kurma ajwa yang dijuluki kurma nabi ini ialah salah satu varian kurma yang sangat banyak diminati oleh masyarakat. Terlebih pada kalangan masyarakat yang memahami akan manfaat dari kurma tersebut. Bagi masyarakat Timur Tengah kurma ajwa telah menjadi santapan yang tak pernah terlewatkan setiap harinya.

Dinamakan kurma nabi pun tidak semata-mata diberikan kepada kurma ajwa. Tetapi menurut kabar sejarah yang beredar, kurma ajwa menjadi salah satu makanan utama yang setiap hari digunakan oleh Nabi bila berbuka puasa. Bahkan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim juga menginformasikan sesungguhnya bila seseorang mengkonsumsi 7 butir kurma di waktu pagi, maka dia [tak|tidak} akan gampang terserang racun dan juga terkena penyakit.

Lebih istimewa lagi ternyata buah kurma ajwa ini adalah nama yang diberikan langsung oleh Nabi. Semasa hidupnya, Nabi dan juga para sahabat mengusahakan Islam agar dapat tersebar di seluruh dunia. Dan salah satu orang yang telah berhasil mengenal dan kemudian masuk Islam yaitu seorang nasrani yang bernama ajwa.

Setelah masuk islam ajwa dengan ikhlas mewaqafkan lahan kurmanya untuk mendukung perjuangan nabi meluaskan agama Islam. Dan sebagai mengenal budi baik dari ajwa ini nabi kemudian mengasih nama kurma yang senantiasa beliau makan ketika berbuka puasa ini untuk kurma ajwa. tidak Cuma nabi, kurma ajwa pun juga digunakan oleh seluruh sahabat nabi pada saat itu.

Selain berfungsi sebagai makanan, di masa Nabi SAW kurma ajwa juga dimanfaatkan sebagai penyembuh penyakit.

 

Manfaat Kurma Ajwa Mencegah Terkena Racun Di Tolikara Papua

 

Dari Saad bin Abi Waqqash radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersbda,”Orang yang tiap pagi makan tujuh butir kurma ajwa, pada hari itu tidak akan terkena racun atau pun sihir”. (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sa’ad berkata,”Aku sakit dan Rasulullah SAW menjengukku. Beliau meletakkan tangannya di antara kedua putingku, sampai-sampai jantungku merasakan sejuknya tangan beliau. Kemudian beliau bersabda,”Kamu menderita penyakit jantung, temuilah Al-Harits bin Kalidah dari Bani Tsaqif, ia seorang tabib. Dan hendaknya dia mengambil tujuh buah kurma ajwa, kemudian ditumbuk beserta biji-bijinya, kemudian kamu minum. (HR. Abu Daud)

MANFAAT BUAH KURMA MENURUT SUDUT PANDANG MEDIS MODERN
Oleh :
Zaki Rakhmawan

Berikut ini akan kami paparkan sebagian dari manfaat dan khasiat kurma ditinjau dari sudut pandang medis modern yang sekaligus menguatkan khabar Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah tentang khasiat dan keistimewaan kurma.

1. Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama saat melahirkan.

Penelitian yang terbaru menjelaskan bahwa buah ruthab (kurma basah) mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa systolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Bahkan Allah Subhanahu waTa’ala memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan, dikarenakan buah kurma mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga Maryam dengan mudah melahirkan anaknya.[1]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya :

“Dan goncangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” [Maryam : 25-26]

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah” [2]

Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat memerlukan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya (kontraksi jantung ketika darah dippompa ke pembuluh nadi). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthab (kurma basah). Kandungan gula dalam ruthab sangat gampang untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh” [3]

Buah kurma matang sangat kaya dengan unsur Kalsium dan besi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk perempuan yang sedang hamil dan yang akan melahirkan, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Maryam Al-Adzra (perawan) untuk memakannya ketika sedang nifas (setelah melahirkan). Kadar besi dan Kalsium yang dimiliki buah kurma matang sangat mencukupi dan penting sekali dalam proses pembentukan air susu ibu. Kadar zat besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma dapat menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan Kalsium merupakan dua unsur efektif dan urgent bagi pertumbuhan bayi. Alasannya, dua unsur ini merupakan unsur yang paling vital dalam pembentukan darah dan tulang sumsum.

2. Ruthab (kurma basah) menahan terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya [4]. Hal ini karena dalam kurma segar tersimpan hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang bisa membantu proses kelahiran.

Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui.

3. Memudahkan proses persalinan dan membantu keselamatan sang ibu dan bayinya. [5]

4. Buah kurma, baik tamr maupun ruthab bisa menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menyarankan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik.

5. Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.

6. Buah kurma Ajwa dapat digunakan sebagai alat ruqyah dan mencegah dari gangguan jin (setan).

7. Kurma sangat dianjurkan sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Ada hal yang sudah ditetapkan dalam bidang kedokteran bahwa gula dan air adalah zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah melalui masa menahan makan dan minum. Berkurangnya glukosa (zat gula) pada tubuh bisa mengakibatkan penyempitan dada dan gangguan pada tulang-tulang. Dilain pihak, berkurangnya air dapat melemahkan dan mengurangi daya tahan tubuh. Hal ini berbeda dengan orang berpuasa yang langsung mengisi perutnya dengan makanan dan minuman ketika berbuka. Padahal ia memerlukan tiga jam atau lebih agar pencernaannya dapat menyerap zat gula tersebut. Oleh karena itu, orang yang menyantap makanan dan minuman ketika berbuka puasa tetap bisa merasakan fenomena kelemahan dan gangguan-ganguan jasmani akibat kekurang zat gula dan air.

8. Buah kurma mampu mencegah stroke

9. Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi asam, seperti Kalsium dan Potasium. Buah kurma adalah makanan terbaik untuk menetralisasi zat asam yang ada pada perut karena meninggalkan sisa yang mampu menetralisasi asam setelah dikunyah dan dicerna yang timbul akibat mengkonsumsi protein seperti ikan dan telur.

10. Buah kurma mengandung vitamin A yang baik yang dapat menjaga kelembaban dan kejelian mata, meningkatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta menenangkan sel-sel saraf.

11. Kurma adalah buah, makanan, obat, minuman sekaligus gula-gula. [6]

 

Grosir Kurma Ajwa Di Tolikara Papua

 

______________________________________________________
Footnote
[1]. Perkataan Dokter Muhammad Kamal Abdul Aziz dalam kitabnya Al-Ath’imah Al-Qur’aniyyah. Dicantumkan oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[2]. Tafsir Ibni Katsir (V/168), Tahqiq : Hani Al-Haj, cet. Al-Maktabah At-Tauqifiyah, Mesir.
[3]. Dinukil oleh Syaikh Salim bin Id Al-Hilaly dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[4]. Catatan kaki yang terdapat dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[5]. Catatan kaki yang tedapat dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[6]. Ath-Thibb An-Nabawy (hal. 292) oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, cet. Maktabah Nizaar Musthafa Al-Baaz, th. 1418H.