Blog

Jual Daun Katuk Fakfak Papua Barat

Supplier Daun Katuk Fakfak Papua Barat

Menyusui adalah kegiatan yang sangat alamiah di waktu seorang wanita baru melahirkan. Namun tidak semua wanita mampu menyusui anaknya dengan mudah, bahkan ada yang tidak bisa menyusui karena payudaranya tidak berfungsi dengan bagus. Padahal Air Susu Ibu (ASI) tidak diragukan lagi manfaatnya bagi bayi. ASI adalah sumber gizi terbaik bagi tumbuh kembang bayi. Di dalamnya mengandung immunoglobin atau zat kekebalan tubuh. ASI selalu tersedia, bersih, segar, aman dan senantiasa bersuhu tepat untuk bayi. Manfaat psikisnya juga tak kalah penting untuk perkembangan emosi dan kepribadian anak.

Daun Katuk sebagai ASI Booster Terbaik di Fakfak Papua Barat

Di negeri kita, daun katuk populer sebagai sayur yang baik untuk memperlancar air susu ibu (ASI) secara alami, sebagai obat tradisional untuk ibu-ibu yang memiliki permasalahan dengan ASI untuk bayi tercinta atau ingin ASI nya terus berproduksi secara optimal.

Dari hasil penelaahan yang pernah dimuat dalam jurnal Media Litbang Kesehatan volume XIV No. 3 tahun 2004 daun katuk sangat efektif memperbanyak jumlah ASI. Disebutkan, ibu menyusui yang sejak hari kedua setelah melahirkan dikasih ekstrak daun katuk sebanyak 3 x 300 mg setiap hari selama 15 hari berturut-turut, produksi ASI meningkat sebanyak 50,7%.

Jual Daun Katuk Fakfak Papua Barat

Selain itu daun katuk mempunyai kandungan protein, lemak, kalium, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C yang komplit. Kandungan nutrisi inilah yang membuat daun katuk melancarkan ASI dengan berperan mencukupi pasokan nutrisi. Tanaman yang daunnya bersifat dingin dan manis ini juga memiliki kandungan flavonoid, saponin, dan tanin. Kandungan tersebut membuat daun katuk juga berfunsi sebagai antidemam, melancarkan air seni (diuretic), dan membersihkan darah, sehingga baik untuk ibu yang baru melahirkan.

Manfaat Daun Katuk Sebagai ASI Booster Terbaik di Fakfak Papua Barat

Daun katuk adalah daun dari tanaman Sauropus adrogynus(L) Merr, famili Euphorbiaceae. Nama daerah: Memata (Melayu), Simani (Minangkabau), Katuk (Sunda), Kebing dan Katukan (Jawa), Kerakur (Madura). Bisa dijumpai di berbagai daerah di India, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia tumbuh di dataran dengan ketinggian 0-2100 m di atas permukaan laut.

Tanaman ini berbentuk perdu. Tingginya mencapai 2-3 m. Cabang-cabang agak lunak dan terbagi. Daun tersusun selang-seling pada satu tangkai, bentuknya lonjong sampai bundar dengan panjang 2,5 cm dan lebar 1,25-3 cm. Bunga tunggal atau berkelompok tiga. Buah bertangkai panjang 1,25 cm.(2) Tanaman katuk dapat diperbanyak dengan cara stek dari batang yang sudah berkayu, panjang lebih kurang 20 cm disemaikan terlebih dahulu. Setelah berakar sekitar 2 minggu dapat dipindahkan ke kebun. Jarak tanam panjang 30 cm dan lebar 30 cm. Setelah tinggi mencapai 50-60 cm dilakukan pemangkasan supaya selalu didapatkan daun muda dan segar.

Penghasil Daun Katuk Sebagai Pembooster ASI Terbaik di Fakfak Papua Barat

Di Kabupaten Bogor telah dibudidayakan untuk menaikkan pendapatan penduduk. Biasanya daun katuk digunakan sebagai sayuran. Di Indonesia daun katuk digunakan untuk memperlancar air susu ibu, obat borok, bisul, demam, dan darah kotor. Daun katuk telah diproduksi untuk sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk melancarkan ASI. Kurang lebih sepuluh pelancar ASI yang mengandung daun katuk sudah beredar di Indonesia pada tahun 2000.

Budidaya Katuk

Tanaman katuk dibiakkan di tiga desa kecamatan Semplak kabupaten Bogor dengan ketinggian 180-220m dpl, tanah latosol, tipe curah hujan A (Schmidt & Ferguson) dan jumlah petani sekitar 100 orang. Pemeliharaan intensif bisameningkatkan umur produktif dari 5-7 tahun menjadi 11-12 tahun. Hasil panen pertama berkisar 3-4 ton/ ha, kemudian meningkat mencapai 21-40 ton tergantung kesuburan tanahnya. Di desa Cilebut Barat, Kecamatan Semplak, Kabupaten Bogor katuk ditanam secara tradisional, diambil daunnya setelah berumur 2-2,5 bulan, pemangkasan selanjutnya dilakukan setiap 40-60 hari. Hasil panen berkisar antara 3-7 ton/ha, dengan harga Rp500,00/kg. Tanaman sela meliputi jagung, singkong, dan papaya. Ternyata tumpang sari dengan singkong hasilnya lebih baik dibandingkan monokultur. Tingkat naungan 25% memberikan pengaruh yang baik terhadap jumlah tunas, bobot basah daun, bobot kering daun, bobot kering akar serta panjang akar. Panjang stek 20 cm dan pupuk nitrogen 5 g/pohon berpengaruh terbaik terhadap bobot basah daun dan akar.

Supplier Daun katuk di Fakfak Papua Barat

 

 

 

 

 

 

Kandungan Zat

Hasil analisis GCMS pada ekstrak heksana menunjukkan adanya beberapa senyawa alifatik. Pada ekstrak eter terdapat komponen utama yang meliputi : monometil suksinat, asam benzoat dan asam 2-fenilmalonat; serta komponen minor meliputi : terbutol, 2-propagiloksan, 4H-piran-4-on, 2-metoksi-6-metil, 3-peten-2-on, 3-(2-furanil), dan asam palmitat. Pada ekstrak etil asetat tersimpan komponen utama yang meliputi: sis-2-metil-siklopentanol asetat. Kandungan daun katuk meliputi protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C. pirolidinon, dan metil piroglutamat serta p-dodesilfenol sebagai komponen minor.

Dalam 100 g daun katuk tersimpan : energi 59 kal, protein 6,4 g, lemak 1,0 g, hidrat arang 9,9 g, serat 1,5 g, abu 1,7 g, kalsium 233 mg, fosfor 98 mg, besi 3,5 mg, karoten 10020 mcg (vitamin A), B, dan C 164 mg, serta air 81 g. Tanaman katuk dapat menaikkan produksi ASI diduga berdasarkan efek hormonal dari kandungan kimia sterol yang bersifat estrogenik. Pada studi terdahulu daun katuk mengandung efedrin.

Efek Farmakologis

Daun katuk berguna memperbanyak air susu, untuk demam, bisul, borok dan darah kotor. Tiga ahli mengemukakan infus daun katuk dapat meningkatkan produksi air susu pada mencit. Infus daun katuk dapat meningkatkan jumlah asini tiap lobulus kelenjar susu mencit. Satu pakar memaparkan isolat fase eter dan ekstrak petroleum eter daun katuk tidak menyebabkan penaikan sekresi air susu yang bermakna. Satu peneliti menyatakan bahwa dekok akar katuk mempunyai efek antipiretik terhadap burung merpati.

Infus akar katuk memiliki efek diuretik dengan dosis 72 mg/100 g bb. Memakan sayur katuk oleh ibu menyusui bisa memperlama waktu menyusui bayi perempuan secara nyata dan untuk bayi pria hanya meningkatkan frekuensi dan lama menyusui. Proses perebusan daun katuk dapat menghilangkan sifat anti protozoa. Pemberian infus daun katuk kadar 20 %, 40 %, dan 80 % pada mencit selama periode organogenesis tidak mengakibatkan cacat bawaan (teratogenik) dan tidak menyebabkan resorpsi. Sementara itu, jus daun katuk mentah dimanfaatkan sebagai pelangsing di Taiwan.

Jual Kapsul Daun Katuk Terbaik di Fakfak Papua Barat

Daun katuk yang memiliki sifat manis pada daunnya bisa berkhasiat mendinginkan, sehingga baik untuk menurunkan demam dan membersihkan darah. Bagi anda yang sedang membutuhkan daun katuk dan ingin memperoleh manfaatnya, anda tidak perlu repot lagi mencari daun katuknya karena kini sudah tersedia Ekstrak Daun Katuk Ash-Shihhah.

Jual Kapsul Daun Katuk Fakfak Papua Barat

Khasiat Ekstrak Daun Katuk Ash-Shihhah :

  1. Memperbanyak produksi ASI
  2. Menghasilkan ASI yang cukup baik bagi kebutuhan makanan bayi
  3. Menambah zat besi dan nutrisi pada ibu yang sedang menyusui
  4. Mengobati bisul, borok, jerawat
  5. Menurunkan demam
  6. Mengatasi sembelit
  7. Mensterilkan darah kotor dalam jaringan dan pembuluh darah di dalam tubuh
  8. Mengobati keluhan bagi berbagai penyakit kulit
  9. Bersifat diuretik atau meluruhkan pengeluaran air seni
  10. Memacu pembentukan hormon kewanitaan terutama pada kulit dan membuatnya menjadi halus
  11. Menaikkan gairah seksual bagi pria
  12. Menghasilkan sel sperma dan memperbaiki kualitas sperma
  13. Meningkatkan kesuburan pria
  14. Mencegah terjadinya pergerakan lemak di dinding pembuluh darah

Komposisi Ekstrak Daun Katuk Ash-Shihhah :

– Ekstrak daun katuk

Aturan Minum Ekstrak Daun Katuk Ash-Shihhah

– Kesehatan dan stamina : 3 x 1 kapsul perhari
– Penyakit ringan : 3 x 2 kapsul perhari
– Penyakit kronis : 3 x 3 kapsul perhari

Isi Kemasan Ekstrak Daun Katuk Ash-Shihhah

60 kapsul @500mg